Sangkalan: Tulisan ini sepenuhnya adalah opini liar yang jelas tidak populer dan tanpa pemikiran matang. Tulisan ini hanya ditujukan untuk mengeluarkan isi kepalaku dan mungkin saja bisa menjadi referensi kelak bagiku ataupun pembaca.
Hari ini, sepulang sesi mengajar les, aku terpikir tentang bagaimana seorang pelajar mengingat apa yang dikatakan oleh pendidik. Sejenak aku mencoba melakukan kilas balik untuk menemukan memori tentang bagaimana seorang pendidik yang pernah mendidikku memberikan kata-kata yang berbekas. Semulanya, aku hanya mencoba mengingat tentang pelajaran atau nasihat yang berbekas baik pada diriku.
Tiba-tiba, pikiran liarku menghantarkanku ke memori tentang perkataan yang berbekas tidak baik pada diriku. Tidak baik dalam arti bahwa aku tidak suka dengan apa yang pendidik itu katakan atau lakukan. Pikiran liarku berkata kalau cara apapun yang dapat memberi bekas pada ingatan seseorang dapat digunakan untuk mendidik.
Pada akhir kontemplasi, aku coba simpulkan bahwa ada 2 tipe pendidik yang dapat menghantarkan materi pelajaran dengan baik:
- Pendidik yang memposisikan dirinya sebagai pemimpin diskusi
- Pendidik yang luar biasa menyebalkan (?)
Pendidik sebagai pemimpin diskusi dapat mengarahkan para pelajar untuk mencoba menggali sendiri ilmu. Ada ungkapan yang cukup populer mengatakan bahwa sesuatu yang diperoleh dengan proses yang relatif sulit akan dijaga dengan baik. Hal ini juga mungkin berlaku pada ilmu, apabila diraih dengan berproses sendiri, bukan diterima jadi, maka dapat berbekas lebih baik. Tentunya, tugas pendidik selain meminta pelajar menggali ilmunya adalah mengarahkan ketika pelajar mulai menggali ke arah yang menyimpang.
Pendidik yang luar biasa menyebalkan? Iya, kamu tidak salah baca. Saat aku melakukan kilas balik, banyak sekali memori tentang pendidik yang menyebalkan lewat. Sayangnya, memori yang lewat hanya di bagian di mana pendidik itu melakukan atau mengatakan sesuatu yang menyebalkan.
Tapi justru inilah potensi pendidik yang menyebalkan. Pendidik yang menyebalkan harus dapat membentuk dirinya menjadi pribadi yang paling menyebalkan di mata pelajar. Seberapa pendidik itu harus menyebalkan? Harus sampai pada tingkat di mana tiap gerakan dan tiap ucapan yang dilakukan cukup menyebalkan untuk memberikan bekas pada pelajar. Harus sampai pada titik di mana peserta didik bisa berkata, "Menyebalkan sekali si Pak/Bu Anu, ketika dia menjelaskan bahwa air itu menguap pada suhu 100 derajat Celcius!" dan serupanya.
Tapi setelah dipikir lagi, ini bukan berasal dari sikap menyebalkan. Intinya, cara menyampaikan ilmu harus cukup eksentrik dan menimbulkan kesan yang tidak biasa, bahkan menyentuh sampai ke emosi pelajar. Mungkin begitu.