Ada perasaan yang paling aku tidak suka: perasaan bersalah.
Merasa bersalah membuatku sangat terganggu. Menyebalkannya adalah perasaan ini bisa aku rasakan sekalipun aku tidak disalahkan. Aku bisa memikirkan tentang salahku sampai berhari-hari. Lebih menyebalkan lagi ketika aku merasa bersalah tapi tidak mengerti apa salahku. Lebih menyebalkan lagi ketika ada orang yang membuat seakan aku salah padahal aku belum betul-betul mengerti. Lebih menyebalkan lagi ketika aku disalahkan atas sesuatu yang aku sama sekali tidak mengerti.
Biasanya, aku akan berpikir tentang apa benar aku salah, apa salahku, kemudian entah mengapa aku merenunginya, lalu aku berpikir tentang bagaimana aku menyelesaikannya.
Terkadang, aku berhenti cukup lama pada saat aku memikirkan apa benar aku yang salah. Apalagi, ketika ada yang membuat seakan aku yang salah, aku akan berhenti cukup lama dan berpikir apa benar aku yang salah.
Aku selalu beranggapan, ketika ada masalah, maka tidak mungkin salahnya hanya di satu pihak. Bahkan, semua pihak punya kontribusi salahnya masing-masing.
Maka dari itu, aku menghindari menyalahkan orang lain. Aku terkadang masih tidak mengerti mengapa pada suatu masalah harus diketahui tentang siapa yang salah. Aku betul-betul berusaha memikirkan sebelum berkata-kata dan bersikap agar tidak sedikitpun terkesan menyalahkan orang lain.