Ada sebuah ungkapan yang masyhur:
"Dunia ini tidak adil!"
Semulanya, aku beranggapan bahwa ungkapan ini sepenuhnya tidak benar. Aku percaya betul bahwa Allah itu Maha Adil. Aku percaya betul bahwa di balik peristiwa di dunia ini yang tidak mengenakkan sekalipun, ada sesuatu yang sesungguhnya adalah kebaikan yang dapat mengimbangi akibat dari peristiwa itu. "Dunia itu adil!" Begitu pikirku saat itu.
Semakin aku berjalan jauh di atas umur, aku mulai merasakan hal-hal yang pada akhirnya tidak bisa aku temukan "adil" di dunia ini. Kecurangan menginjak-injak kejujuran. Air susu dibalas air tuba. Rakyat yang malas memikirkan pemimpin dan negara sembari mengangkat papan-papan bertuliskan "PEMIMPIN TIDAK BECUS", "RAKYAT TIDAK MAKMUR", sementara para pemimpin berusaha dengan segala keringat dan darah yang mereka punya. Begitupun sebaliknya, rakyat yang berusaha menaati pemimpin sembari berusaha dengan segala daya upaya untuk memakmurkan suatu negeri, sementara pemimpinnya sibuk menimbun pundi-pundi emas.
Aku mulai berpikir, "Memang benar, dunia ini tidak adil!"
Ya, dunia ini tidak adil! Jangan harap menemukan keadilan di dunia ini!
Aku masih betul-betul percaya bahwa Allah itu Maha Adil. Juga, hanya pengadilan Allah yang adil. Tidak akan kita merasakan keadilan sampai kita sudah selesai dari dunia ini.
Lantas, setelah mengetahui dunia ini tidak adil, apakah aku tidak perlu berusaha bersikap adil?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar