Selasa, 25 Mei 2021

Kemarahan

Aku percaya, bahwa ketika seseorang marah, sesungguhnya itu berangkat dari sesuatu yang tidak bisa dia mengerti. Aku sudah cukup sering menghadapi orang yang sedang marah, khususnya diriku sendiri. Ketika aku coba menggali alasan mereka marah, mereka selalu mengungkapkan alasannya, baik secara tersirat maupun tersurat, dengan kata-kata semacam "kenapa sih ...?", seperti ada sesuatu yang tidak bisa mereka mengerti.

Mungkin, inilah mengapa, orang yang memiliki ilmu yang luas dan dalam, atau orang yang selalu berusaha memahami apapun situasinya, cenderung mudah menahan marahnya. Justru, pikiran orang-orang seperti ini akan berputar ketika mereka marah, untuk mendapatkan jawaban dari sesuatu yang tidak mereka mengerti.

Sementara itu, orang yang dangkal pemahaman atau menolak untuk mencoba memahami keadaan, maka akan sangat mudah bagi mereka untuk marah. Mungkin, orang-orang seperti inilah yang sering dijuluki "sumbu pendek". Bagai petasan bersumbu pendek, disulut sebentar sudah meledak.

Maka dari itu, aku selalu berusaha untuk tidak reaktif ketika ada sesuatu yang tidak aku mengerti, melainkan aku diam sejenak untuk menenangkan diri dan mengambil waktu untuk berpikir. Seringkali, ketika aku marah, aku tuangkan hal-hal yang tidak aku mengerti di selembar kertas atau aku ketik di komputer, sembari mencoba melihat hal tersebut dari berbagai sudut pandang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar