Rabu, 06 Mei 2020

Catatan Kaki Calon Pendidik: Prolog

Saya selalu menanamkan ke diri saya untuk menjadi seorang pendidik kelak. Saya belum menentukan saya akan ada di pendidik lini mana, di bidang ilmu apa, pokoknya saya mau jadi pendidik. Kenapa? Karena saya ingin investasi pahala, sebab ilmu yang bermanfaat adalah salah satu amalan yang tidak akan terputus sekalipun telah meninggal dunia.
Pertanyaan: Apakah dengan menyandang status sebagai pendidik saja cukup untuk investasi pahala?

Tentu tidak! Saya bercita-cita menjadi pendidik yang kompeten dan komprehensif: menjadikan ilmu yang diajarkan bermanfaat, berusaha memahamkan peserta didik dengan segenap kemampuan, merasa sebagai role model, dan merasa punya tanggungjawab terhadap pemahaman peserta didik. Saya tidak mau menjadi pendidik yang buruk (buruk dalam opiniku): merasa tugasnya hanya menyampaikan ilmu tanpa memperhatikan kondisi peserta didik, memperlakukan peserta didik seperti kaset rekaman yang mampu menyimpan apapun yang disampaikan secara presisi.

Sebagai peserta didik saat ini, saya mencoba memahami 2 komponen dalam pendidikan: pendidik dan peserta didik. Dengan berusaha sekomprehensif mungkin, saya coba amati poin-poin mengenai seperti apa seorang peserta didik dan seperti apa seorang pendidik. Saat ini, sembari saya berusaha menjadi peserta didik yang ideal, saya juga mencatat apa-apa yang saya bisa terima dan tidak bisa terima dari sikap pendidik terhadap peserta didiknya.

Semuanya akan saya rangkum dalam tulisan bertajuk: Catatan Kaki Calon Pendidik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar