Ada sebuah budaya di Indonesia yang ada di bulan Ramadhan, yaitu membangunkan sahur (beduk sahur). Berbagai pihak, yang umumnya adalah pemuda-pemuda, pengurus masjid, atau pengurus setempat, mereka menginisiasi berbagai macam cara untuk membangunkan warga sahur: mulai dari menggunakan pawai serupa marching band hingga bersyair dengan pengeras suara di masjid. Sebuah inisiasi dengan niat yang baik. Namun, aku ingin mengkritisi budaya ini.
Aku bertanya-tanya, inisiasi tersebut bagaimana lahirnya?
Inisiasi sepihak kah? Hasil rembukan dengan warga kah? Permintaan warga kah? Apakah semua warga memintanya? Apakah semua warga setuju akan adanya hal tersebut?
Jujur, semua pertanyaan di atas murni berangkat dari ketidaktahuan dan pengetahuan yang terbatas mengenai lingkungan sekitar. Yang aku ketahui, sangat mungkin tiap keluarga memiliki budaya yang berbeda-beda: mungkin sebagian mereka memang tidur, mungkin sebagian mereka baru melaksanakan salat tarawih atau salat malam di waktu sahur, mungkin sebagian sesungguhnya tidak meminta dibangunkan karena terbiasa bangun sendiri, mungkin sebagian adalah kaum agama lain yang merasa terganggu dengan budaya tersebut.
Sebagai catatan, sungguh aku sangat menghargai niat mereka-mereka yang baik untuk membangunkan sahur. Tapi, bukankah hal tersebut tentunya perlu memperhatikan kebutuhan sekitar? Ini bisa jadi ibarat menjual es batu di Alaska (sebuah perumpamaan yang kubuat-buat), ketika seseorang menawarkan sesuatu yang tidak dibutuhkan.
Kalau umpama aku tergabung di dalam kelompok yang berwenang, semisal pengurus masjid, kelompok pemuda kerohanian Islam, atau sejenisnya, aku ingin sekali bertanya sebelum rekan-rekanku menginisiasi budaya membangunkan sahur tersebut: sungguhkah masyarakat butuh? Sungguhkah masyarakat tidak terganggu? Sudahkah melakukan survei kebutuhan masyarakat akan hal tersebut? Maksudku, jangan sampai niat baik berakhir dengan eksekusi yang buruk, berujung kepada imbalan yang buruk pula (katakanlah, berdosa--Semoga Allah lindungi kita dari hal tersebut.)
Semoga bermanfaat. Mohon pencerahan dari rekan-rekan sekalian yang kiranya berpengalaman dalam hal ini.
Sumber gambar:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar