Sabtu, 23 Mei 2020

Pasangan (Pertemuan dan Perpisahan)

Pertemuan bisa jadi sangat menyenangkan, dan perpisahan bisa jadi sangat menyedihkan. Pertemuan bisa saja tidak diinginkan, dan perpisahan seringkali dinantikan.

Ada sebuah kutipan populer mengenai pertemuan dan perpisahan:
"Hargailah setiap pertemuan, karena tidak ada yang tahu kapan terakhir kali akan bertemu"
Sehingga, sebagian orang akan berpikir untuk mencintai setiap detik pertemuan seakan tidak akan berjumpa lagi esok hari. Mengisi hari-hari bersama pertemuan, tanpa berpikir sedetik pun mengenai apa yang akan terjadi ketika tiba waktunya perpisahan.

Namun bagaimana, bagaimana jika aku memilih untuk bersikap biasa saja mengenai pertemuan? Bagaimana jika aku bersikap biasa saja mengenai pertemuan, sebab aku telah tahu pasti bahwa kelak akan berpisah? Bagaimana jika aku memilih untuk berpikir di setiap detik pertemuan, bahwa bisa saja satu detik kemudian akan ada perpisahan?

Aku sudah merasakan beberapa kali manisnya pertemuan dan sakitnya perpisahan. Setelah dipikir-pikir, itu semua karena aku tidak pernah berpikir sedetik pun tentang persiapanku menghadapi perpisahan. Yang aku lakukan hanya pertemuan dan pertemuan, bahkan di detik-detik ketika aku mulai paham bahwa perpisahan akan terjadi dalam waktu dekat, masih saja aku berpikir untuk bertemu. Kalau dipikir-pikir, seperti orang yang terus menerus memakan manisan, padahal dia tahu beberapa menit lagi dia harus meminum obat antidiabetes, seperti membalikkan jam pasir tanpa ingat untuk membalik kembali jam pasir tersebut.

Aku memutuskan, untuk bersikap adil terhadap pertemuan dan perpisahan dengan membuat sebuah kutipan baru:
"Ingatlah perpisahan di setiap menit pertemuanmu, sebab pertemuan melenakan namun perpisahan itu pasti."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar