Sebelum ini, aku pernah menyampaikan tentang pentingnya seorang pendidik menjadi role model untuk peserta didiknya. Jadi, apakah sewajib itu seorang pendidik menunjukkan sikap sempuran ke peserta didiknya?
Setelah dipikir-pikir, sebetulnya seorang pendidik juga manusia. Tidak mungkin ia menunjukkan kesempurnaan. Setiap pendidik pasti akan jatuh pada kesalahan tertentu, yang tentunya tidak patut ditiru oleh peserta didiknya.
Setelah dipikir-pikir, menjadi role model bukan soal menunjukkan segala hal dengan baik. Menjadi role model bukan soal menjadi sosok yang sempurna tanpa celah sedikitpun. Menjadi role model adalah tentang bersikap sportif.
Aku tidak yakin diksinya tepat, tapi kalau diibaratkan sebuah permainan, maka pemain yang baik adalah pemain yang sportif. Lebih kurang seperti itu maksudnya.
Seorang pendidik sangat mungkin salah. Seorang pendidik sangat mungkin menunjukkan sikap tidak baik. Seorang pendidik sangat mungkin keliru. Kembali lagi, ini soal sportivitas. Ada baiknya seorang pendidik mengakui ini dan tidak merasa benar saat ia memang salah. Sudah berakhir masa di mana aturan pertama adalah pendidik selalu benar dan aturan kedua adalah apabila pendidik salah maka kembali ke peraturan pertama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar