26 Juli 2020
Seperti biasa, hari ini aku mengajar mengaji untuk dua peserta didikku. Pagi ini aku merasa lebih siap dari biasanya. Materi sudah selesai kusiapkan dari kemarin siang. Aku berpikir hari ini akan menjadi proses belajar yang baik.
Sampai...
Di tengah jalan, aku baru teringat kalau aku lupa bawa logbook dan buku catatan yang biasa aku pakai untuk peganganku. Tapi, ah sudahlah. Itu bukan hal yang esensial. Aku masih bisa merangkum di buku catatan kecil yang selalu aku bawa ke mana-mana. Logbook juga tidak seurgen itu.
Aku biasanya menggunakan media laptop untuk menampilkan presentasi di Powerpoint. Ternyata, lagi-lagi ada kendala. Di tengah proses mengajar, listrik di lokasi tiba-tiba mati, berdampak pada laptopku yang akhirnya tiba-tiba mati karena kehabisan baterai. Aku tidak menyiapkan media lain, jadilah aku hanya menerangkan. Untungnya, bahan presentasiku aku cetak dua buah dan masing-masing peserta didik memegangnya. Tapi, tetap saja aku jadi kaku dan gagap, mungkin karena cukup kaget dan tidak menyiapkan untuk kondisi ini.
Kejadian hari ini menyadarkanku, bahwa seorang pendidik perlu mempersiapkan semaksimal mungkin unutk semua kemungkinan yang bisa terjadi, baik-baiknya dan buruk-buruknya. Atau, mungkin memang begini proses untuk menjadi pendidik: melewati beberapa kejadian yang akhirnya harus dipelajari dan dijadikan patok-patok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar