Senin, 22 Juni 2020

Catatan Kaki Calon Pendidik: Diari Pengalaman 2

21 Juni 2020
\
Hari ini hari kedua aku mengajar. Awalnya berjalan seperti biasa, berangkat pagi, menunggu siang, dan mengajar sore. Hari ini, aku berinisiatif menggunakan laptop untuk memutarkan beberapa video motivasi.

Di tengah-tengah proses mengajar, ada balita datang ke tempat kami belajar. Seperti balita pada umumnya, dia bermain-main ketika kami sedang belajar. Awalnya, jujur, cukup mengganggu. Dia terus mencoba mengikuti setiap yang aku katakan sehingga agak berisik. Bahkan, dia sempat tersandung layar laptopku. Untung saja laptopku masih baik-baik saja.

Tapi, setelah aku pikir-pikir, aku jadi kagum dengan balita ini. Akhirnya, selepas mengajar, aku coba ajak mengobrol balita itu. Dia adalah adik dari peserta didikku. Dia masih berusia 3 tahun. Dia bahkan belum bisa membaca atau berbicara dengan jelas. Yang membuatku kagum adalah, selepas itu aku berbicara dengan ibu peserta didik dan beliau bilang, "iya itu adiknya bilang mau ikut ngaji, takut ngeganggu." Aku kagum sekaligus tidak mengerti, apa motivasi seorang anak kecil yang bahkan belum bisa membaca, untuk ikut pelajaran mengaji. Mungkin, motivasinya sesederhana ingin ikut kakaknya. Tapi melihat di prosesnya dia selalu mengikuti apa yang aku bicarakan, aku rasa justru akan baik ketika aku biarkan dia ikut. Ke depannya, kata-kataku bisa jadi terukir di memorinya, sehingga kelak anak ini akan betul-betul termotivasi mempelajari Alquran.

Ah, ingin sekali aku tetap berjiwa anak kecil: berani mengambil risiko, inisiatif meskipun bahkan belum tahu persis apa yang dilakukan, bersemangat. Ini menjadi pelajaran baru buatku: 
"Stay childish!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar