Aku mulai merasa kalau sifat bawaanku adalah tidak bisa memendam cerita tentang rasa: cerita senang, sedih, cinta, marah, dan rasa lainnya. Maka, aku pasti akan bercerita ketika aku sedang memendam perasaan.
Dulu, aku dengan mudah akan menceritakan ke orang-orang yang aku rasa termasuk teman dekatku mengenai perasaanku. Entah apa yang kuharapkan dari itu, tapi rasanya tidak tenang saja ketika ada cerita tentang rasa.
Kemudian, aku mulai mengenal bahwa ada media-media yang bisa kugunakan untuk menceritakan perasaanku. Aku mulai mencoba menceritakan perasaanku dengan cara dan media yang beragam.
Tapi, akhir-akhir ini aku disadarkan, kalau aku tidak bisa sepenuhnya percaya untuk menceritakan perasaanku ke orang. Aku mengalami hal yang entah mengapa, pada akhirnya seperti mereset kepercayaanku. Hari-hari ini, aku rasa kepercayaanku terhadap semua orang telah dimulai dari nol lagi. Aku tidak bisa menceritakan perasaanku pada orang dengan cara sembarang.
Akhirnya, cerita tentang rasaku berhenti di sini, tertuang dalam tulisan-tulisan dan mungkin gambar-gambar. Aku rasa dengan begini, hatiku cukup merasa tenang karena aku sudah menceritakan rasaku, setidaknya kepada diriku sendiri, satu-satunya orang yang masih bisa kupercaya saat ini. Entah kalau ada temanku yang nantinya bisa kupercaya akan membaca ini.
Pokoknya, jangan kaget kalau aku akan menjadi sosok yang berbeda dari yang kalian kenal sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar