Suatu hari, aku membeli kanebo motor untuk digunakan sebagai lap serbaguna. Umiku mengetahuinya sampai akhirnya ia bilang padaku,
"Beli kanebonya dulu aja ya, nanti motornya nyusul? Hahaha."
Akupun ikut tertawa.
Aku paham betul maksudnya adalah bercanda. Akupun memang saat itu sangat menginginkan motor tapi belum sampai. Tapi aku suka menanggapi hal bercanda secara serius. Aku coba terjemahkan lawakan umiku menjadi seperti ini,
Berarti bisa ya, untuk hal-hal yang kita impikan, kita coba capai sebagiannya dulu, walaupun hanya hal sederhana atau sepele.
Setelah aku ingat-ingat, aku sudah banyak melakukan hal ini sejak SMA. Aku ingat sekali menamai berbagai akun di media sosial dengan menambahkan kata "Sinshe" di depannya, dengan berharap di masa depan nama "Sinshe" itu betul-betul melekat di namaku secara resmi, sampai-sampai abiku menegurku karena aku menamai akun surelku dengan imbuhan tersebut karena khawatir orang-orang akan salah mengira. Banyak orangtua juga melakukan hal ini, yaitu dengan menamai anaknya dengan hal yang diharapkan menjadi masa depan anaknya.
Setelah aku pikir-pikir, ini menjadi dekat dengan suatu kaidah dalam ilmu fikih,
"Apa-apa yang tidak bisa dilakukan seluruhnya, jangan ditinggalkan seluruhnya!"
Punya impian tetapi belum sampai? Jangan ditinggalkan! Coba lakukan hal kecil dari impian tersebut. Punya impian membangun usaha perdagangan? Coba ciptakan namanya dulu. Punya impian menyandang gelar tertentu? Coba tuliskan dulu di buku-buku bacaanmu, di buku tulismu, atau di tempelan-tempelan yang menjadi tanda kepemilikanmu.
Tulisan ini ditulis oleh (calon) Sinshe Prof. apt. Ziyad Aslam Ghatafan, S.Farm.,, Ph.D., (calon) dosen dan pakar teknologi farmasi, (calon) konsultan industri farmasi, (calon) praktisi pengobatan tradisional, dan (calon) praktisi profesional pendidikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar