"Sikap menyesal dan merasa sia-sia sepatutnya tidak dilakukan."
Mari aku tunjukkan mengapa:
se.sal /sêsal/
- n perasaan tidak senang (susah, kecewa, dan sebagainya) karena telah berbuat kurang baik (dosa, kesalahan, dan sebagainya)
Penyesalan hanya muncul karena berbuat hal yang tidak baik. Tentunya kita harus pantang berbuat yang tidak baik.
Oke. Oke. Mungkin gambaran menyesal di benak kalian bukan seperti pengertian sesal di KBBI. Aku coba rangkum arti penyesalan menurut penggunaan umum:
se.sal /sêsal/
- n perasaan kesal dengan konsekuensi suatu perbuatan sehingga merasa perbuatan tersebut sia-sia.
Seperti itu penyesalan yang kalian maksud? Oke. Tapi, aku tetap pada pendapatku, bahwa
"Sikap menyesal dan merasa sia-sia sepatutnya tidak dilakukan."
Penyesalan sangat erat dengan perasaan sia-sia. Jadi, untuk menunjukkan mengapa penyesalan itu tidak patut, aku akan tunjukkan apa itu sia-sia.
si.a-sia
- a terbuang-buang saja; tidak ada gunanya (harganya, manfaatnya, hasilnya); percuma: sudah minum obat ini, tetapi -- belaka; jerih payahnya -- saja; -- berbuat baik kepada orang yang tidak berbudi
- a omong kosong; nonsens: pada pendapatnya kepercayaan kita ini -- belaka
- a gagal; tidak berhasil; tidak mendapat apa-apa: segala usahanya --; harapanku -- belaka
- a dengan sembarangan saja; tidak dipikirkan baik-baik: kritik itu dilancarkan dengan -- saja
Sudah dibaca?
Oke. Sekarang, coba tanyakan hal ini tiap kali kalian mulai merasa sia-sia:
"Apa betul hal ini sia-sia? Apa betul tidak ada gunanya? Apa betul ini hanya omong kosong?"
Sebagai referensi, aku hanya merasakan satu penyesalan saat ini, yaitu menyesal karena pernah menyesali sesuatu dan merasa sesuatu itu sia-sia. Padahal, setelah aku lalui beberapa waktu kemudian, aku mulai merasa hal tersebut tidak sia-sia, bahkan sangat berharga. Bahkan hal paling salah sekalipun, buatku bukan suatu untuk disesali, minimal ada hikmahnya.
Dan sebagai referensi juga, di dalam Alquran kata-kata penyesalan dan sia-sia hanya diperuntukkan untuk orang-orang yang terlena dengan dunia dan melupakan akhirat sehingga mendapatkan penyesalan tiada akhir. Penyesalan ini muncul sebab tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki dan mengambil hikmah. Jadi, penyesalan dan perasaan sia-sia itu tidaklah muncul kecuali di akhir dari segala sesuatu, yaitu kehidupan setelah kematian. Semoga kita termasuk golongan yang tidak menyesal kelak. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar